Verindra and friends story

아르 일들 말하고 싶은 친구를 위해 "웃기는 / 슬픈 / 그래도 "애한테 음악을 들었어., 당신 즐겁게하려고합니다.

Sabtu, 26 Februari 2011

REALITA.

Bagaimana . . . . .
jikalau kenyataan yang ada tidak sesuai dengan keinginan kita ?!?
Bagaimana . . . . .
jikalau yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita ?!?
Bagaimana . . . . .
jikalau Cinta harus bertekuk lutut dihadapan Realita ?!?

Ketika tapak-tapak kaki semakin jauh melangkah,Ketika pandangan semakin meluas,Ketika pendengaran semakin tak terbatas,mengapakah mesti ada cakrawala ?
mengapakah mesti ada senja ?
mengapakah mesti ada ujung dunia ?

Nuh as bergumam dalam diam melihat istri dan anaknya tenggelam ditelan ombak lautan , , ,
Yusuf as merenung dalam diam melihat saudara-saudaranya berlaku culas , , ,
Isa as tertunduk dalam diam menyaksikan sang murid berkhianat , , ,
Muhammad saw berduka dalam diam setelah meninggalnya Sayyidah Khadijah ra . . .

Namun . . . . .
Perjalanan tetap dan terus berjalan, perjuangan tetap dan terus berlanjut.Bila kita berhenti berjalan, maka kita akan ketinggalan.Bila kita berhenti berjuang, maka kita akan mengalami kerugian.
Maka ketahuilah . . . . .
Demi takluknya kota Roma yang dijanjikan,
al-Liwa' dan ar-Roya telah mulai berkibar dan dikibarkan,
di seluruh pelosok dunia: Eropa, Amerika, Australia, Asia, dan Afrika.
Berdasar kain warna Hitam dan Putih,terbaca tulisan dalam langgam kaligrafi,
"Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah"

Tapi, coba bayangkan . . . . .
Bagaimana seandainya Nuh as berhenti berdakwah sebab anak dan istrinya tidak mau taat kepadanya ?
Bagaimana seandainya Yusuf as berhenti berjuang sebab dicurangi saudara-saudaranya ?
Bagaimana seandainya Isa as berhenti menebar kasih sayang sebab Yudas yang berkhianat ?
Bagaimana seandainya Muhammad saw berhenti berdakwah sebab Sayyidah Khadijah ra meninggal ?

Lalu, bagaimana seandainya kenyataan berbeda dengan kemauan kita ?
Apakah harus menyesal dan berkata , , ,
Ia tidak sebaik yang kukira;
Ini tak seburuk yang kusangka;
Itu tak semudah yang kuduga; atau
hu...hu...hu...hu...hu...hu...hu...

Jangan . . . . .
Itu bukan sikap seorang Hamilud Dakwah,
tapi -sebagai Hamilud Dakwah,
katakan pada Realita,
Aku menerimamu apa adanya,
dan segalanya yang ada padamu.
Asalkan kamu tidak menghalangi perjalananku,
dan tidak menghambat perjuanganku".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar